Perbaikan Trotoar dan Fasilitas Pejalan Kaki (Pedestrian) di Jalan Sudirman Pekanbaru

Terhitung tanggal 3 Januari 2021 aku menginjakkan kaki pertama kali di Kota Pekanbaru, yang ternyata akan menjadi tempat hidup selama setahun lebih sejak tanggal tersebut. Pengalaman tinggal di Pekanbaru selama setahun kemarin memberiku banyak pelajaran, terlebih untuk berdamai dengan keadaan dan lebih peka terhadap sekitar. Banyak yang terjadi dalam setahun, banyak pula hal baru yang aku coba, banyak tempat (ya walaupun ga banyak-banyak banget sih) yang aku kunjungi. Awalnya aku hanya mengira akan berada di Pekanbaru sekitar tiga hingga enam bulan saja. Ternyata diberi kesempatan lebih dari itu. Enam bulan pertama mindset ku masih hanya sementara dan tidak terlalu "merasakan" Pekabaru, karena saat itu aku tidak tau akan sampai kapan menetap di Pekanbaru. Tepat setelah aku pasrah menerka akan sampai kapan di Pekanbaru, aku mulai menikmati Pekanbaru.

Menikmati Pekanbaru artinya aku mulai melihat sekitar lebih sadar, sebelumnya memang aku hanya berasa menumpang saja di Pekanbaru, bahkan aku tidak membeli peralatan seperti setrika dan ricecooker karena berpikir akan sementara saja, aku tidak menikmati hidup di Pekanbaru. Setelah lebih sadar melihat Pekanbaru, ternyata nyaman juga, terlepas dari cuaca Pekanbaru yang sangat panas di siang hari. Terkait cuaca Pekanbaru sebenarnya bisa dikatakan random sih, tiba-tiba panas atau tiba-tiba hujan sudah biasa di Pekanbaru, sampai kalau kejadian cuaca tiba-tiba berubah cuma bisa bilang "ya namanya juga Pekanbaru." Tapi, satu hal yang aku syukuri, alhamdulillah aku tidak merasakan asap di Pekanbaru.

Melihat lebih sadar tentang Pekanbaru aku tuangkan dengan menikmati setiap sudut Pekanbaru. Walaupun ada satu tempat yang sangat ingin aku kunjungi tapi tidak berkesempatan untuk kesana karena tempatnya tidak buka akibat covid-19, yaitu Perpustakaan Soeman HS Provinsi Riau. Perpus tersebut berada di Jalan Sudirman dekat dengan kantor gubernur. Penamaan jalan di Pekanbaru membentang panjang dari ujung ke ujung, bisa dikatakan hampir membelah Kota Pekanbaru, seperti Jalan Sudirman, Jalan Hang Tuah, Jalan Soekarno Hatta, dan masih banyak lagi. Hal tersebut hanya untuk penamaan jalan, ya, aku tidak terlalu melihat hubungan penamaan jalan yang ada dengan kepemilikan jalan seperti jalan kota, jalan provinsi, dan jalan nasional. Nah, satu jalan yang ingin aku bahas adalah Jalan Sudirman Kota Pekanbaru. Bukan jalannya sih, lebih ke trotoar dan fasilitas pejalan kaki yang ada di Jalan Sudirman Kota Pekanbaru.

Menurut  Keputusan Mentri PUPR Nomor 248 tahun 2015 tentang Penetapan Ruas Jalan dalam Jaringan Jalan Primer Menurut Fungsinya Sebagai Jalan Arteri (JAP) dan Jalan Kolektor (JAP 1), Jalan Sudirman Kota Pekanbaru merupakan jalan nasional yang termasuk jalan arteri primer dengan panjang ruas jalan 7,69 Km. Sejak tahun 2020, pemerintah meresmikan "Sudirman Green City Walk" yang merupakan fasilitas pedestrian di sepanjang Jalan Sudirman Kota Pekanbaru. Namun, saat peresmian, fasilitas pejalan kaki atau pedestrian yang terbangun baru sepanjang 950 meter di satu sisi ruas jalan. Hingga saat ini penyelesaian pembangunan Sudirman Green City Walk masih terus berproses. Selama setahun aku di Pekanbaru, pembangunan fasilitas ini dapat dikatakan terlihat progresnya. Terlepas dari target awal pembangunan fasilitas ini dan pembangunan fasilitas lainnya yang terasa lama (perbaikan drainase di jalan Ahmad Yani dan sekitarnya yang tidak kunjung selesai selama aku setahun di Pekanbaru). Disclaimer, walaupun kadang aku membahas pemikiran tentang permasalan lain, tapi tulisan ini berfokus pada pembahasan tentang fasilitas yang ditawarkan untuk pejalan kaki di Jalan Sudirman Pekanbaru, dan tulisan ini tentu saja masih sebatas pengetahuaku yang masih terbatas. 

Jalan Sudirman Kota Pekanbaru menurutku adalah jalan jantung kota karena di sepanjang jalan Sudirman ini banyak kantor pemerintahan, kantor-kantor fasilitas lain, rumah sakit, hotel, dan perekonomian. Fasilitas pejalan kaki tentunya dibutuhkan untuk kenyamanan berpindah dari satu fasilitas ke fasilitas lainnya. Ada dua pengalaman yang berbeda ketika berjalan di trotoar area rumah sakit Bhayangkara dengan trotoar di depan Sukaramai Trade Center. Kedua tempat tersebut masih berada di jalan Sudirman, akan tetapi trotoar di depan STC dan sekitar ruko pasar deretannya tidak senyaman trotoar sekitar rumah sakit Bhayangkara. Trotoar di depan STC (foto sebelah kanan) lebih sempit dan daerah sekitarnya masih digunakan untuk parkir sehingga tidak nyaman dan terasa sempit. Sedangkan, trotoar di sekitar rumah sakit Bhayangkara (foto sebelah kiri) lebih lebar dan terdapat fasilitas seperti kursi dan jalan disabilitas. 

Foto 1 : perbandingan trotoar depan Sukaramai Trade Center/STC (sebelah kanan) dengan trotoar sekitar rumah sakit Bhayangkara (sebelah kiri). 
Sumber foto : koleksi pribadi rosyita alifiya, 6 dan 14 Januari 2022

Kenyamanan trotoar tentu saja tidak hanya sebatas seberapa lebar trotoar yang ada. Namun, juga dipengaruhi oleh fungsi trotoar dan sekitarnya yang terjadi di lapangan, apakah hanya untuk pejalan kaki semata atau terdapat tambahan seperti adanya masyarakat yang berjualan dan parkir di trotoar. Tanggung jawab pemerintah tentu saja tidak berhenti hanya sampai trotoar tersebut digunakan, akan tetapi juga perlu ditentukan dan diatur sistem pengelolaan dan penjagaan trotoar sehingga dapat dimanfaatkan secara efektif dan sesuai dengan tujuan awal. Apabila memang dibutuhkan untuk area perdagangan dan parkir, hendaknya sudah ditentukan area khusus untuk kegiatan tersebut. Penjagaan terhadap fasilitas yang ada pada trotoar penting untuk mengawasi fasilitas dan mengurangi perusakan yang disengaja serta pencurian . 

Fasilitas yang terdapat pada trotoar untuk pejalan kaki di Sudirman Green City Walk antara lain kursi, tempat parkir sepeda, jalan untuk disabilitas, lampu penerangan trotoar, dan lampu penyebrangan. Fasilitas trotoar dapat dilihat pada foto 2. Semua fasilitas melekat pada trotoar sehingga posisi tidak dapat diubah dan mengurangi risiko untuk diambil oleh orang tidak bertanggung jawab. Namun, sayangnya terdapat beberapa evaluasi menurutku untuk keberadaan fasilitas tersebut (sekali lagi ini hanya menurutku, ya). Karena saat ini masih dalam masa penyebaran covid-19, alangkah baiknya jika terdapat fasilitas mencuci tangan portabel dan stiker jaga jarak pada kursi yang tersedia. Posisi tempat parkir sepeda di trotoar juga perlu diperbaiki karena jika posisi seperti tertuang pada foto, maka sepeda yang parkir akan menghalangi pejalan kaki, dan mungkin juga bisa ditambahkan plang dilarang parkir untuk menghindari orang yang parkir sembarangan di badan jalan. Keberadaan lampu penerangan di trotoar juga perlu dievaluasi, saat pengambilan foto, lampu penerangan tersebut tidak berfungsi. Menurutku hal itu tidak masalah karena masih diterangi lampu penerangan jalan (tapi buat apa ada lampu penerangan trotoar dong?). Mungkin dibeberapa titik perlu ada lampu penerangan trotoar karena tidak terkena sinar penerangan lampu jalan seperti di daerah dekat jembatan layang pertigaan Jalan Nangka dan makam pahlawan. Semoga kedepannya makin banyak perbaikan-perbaikan yang ada di trotoar ini yaa, dan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fasilitas tersebut. 

Foto 2 : Fasilitas yang ada pada trotoar Sudirman Green City Walk. 
Sumber foto : koleksi pribadi rosyita alifiya, 24 Januari 2022

Pingin nyoba jalan dari ujung ke ujung trotoarnya tapi belum sempat juga sampai hari terakhir di Pekanbaru, mengsedih, jadi cuma beberapa titik ada nyobainnya. Alternatif buat yang mau bawa motor dan menikmati trotoar baru ini adalah parkir di gramedia yang ada jagain parkirnya dan legal, atau bisa juga di area holland bakery deket the premier hotel (tapi agak sempit sih di sini). Sebenernya trotoar Jalan Sudirman yang sebelah selatan alias daerah antara rumah sakit Awal Bros sampai MTQ itu juga menarik untuk diulik, tapi aku belum terlalu mengulik lebih jauh tentang trotoar itu, jadi mari dicukupkan saja tulisan ini. Semoga ga cuma di Jalan Sudirman aja ya ada trotoar yang nyaman dan menyusul di jalan lainnya. Terima kasih sudah membaca sampai akhir. 

Sumber :
- Keputusan MenPUPR Nomor 248 tahun 2015 : https://binamarga.pu.go.id/v3/uploads/files/110/763eb93f0e70f3cbf90b3e2ae120885a.pdf
- https://www.pekanbaru.go.id/p/news/wali-kota-resmikan-pedestrian--2-koridor-baru-diaktifkan-
- https://www.riau1.com/berita/pekanbaru/1639663668-kemenhub-bangun-lagi-trotoar-jalan-jenderal-sudirman-pekanbaru-tahun-depan

Komentar