Postingan

Review Indomie Goreng “Mie Goreng Aceh”

Gambar
Hi August.. juli kelewat buat nulis blog padahal dah niatin nulis dari kapan tapi ga kelaksana mulu. Sorry to my self. Huhu.. Oke, kita mulai yang baru? Baru kali ini nih aku nulis review makanan gini, jadi I will give my best, haha, apaan sih. Jadi yang mau aku review adalah mie goreng aceh keluarannya indomie. Indomie tuh emang produk yang mengeluarkan mie dengan banyak pilihan makanan Indonesia ya, mulai dari berbagai koleksi rasa soto yang dimiliki, hingga rasa makanan Indonesia yang ga ada dicomot sama produk lain. Tetep favoritku untuk mie rebus tuh indomie soto medan dan untuk mie goreng tetep mie goreng rendang. Dulu pas mampir aceh sempet makan mie aceh yang enak disana, sempet ngerasain mie racing juga (yang orang aceh pasti tau). Ngerasain mie goreng dan mie rebusnya. Rasanya asik! Banyak rempah-rempah yang digunain, tapi jangan suruh aku nyebutin rempahan apa aja yang dipake ya, belum se pro itu. Citarasa yang dimunculkan saat pertama kali makan mie aceh itu ko...

KKN PPM UGM vibes

Gambar
Tulisan kali ini ringan saja, ya ? hehe. Mungkin lebih tepatnya ingin berbagi cerita tentang segelintir cerita KKN saya dan segelintir cerita yang saya dapatkan dari tim KKN lainnya. Segelintir lho yha, kalau semuanya ntar bisa jadi buku, haha, insyaAllah bakal ada lagi cerita lainnya deh di tulisan saya yang lain. Aamiin. Foto bersama tim KKN dan tim sebelumnya sesaat sebelum keberangkatan Saat itu awal tahun 2017, saya memasuki semester 6 diperkuliahan. Awal tahun itu merupakan awal tahun yang sangat hm banget, banyak sekali ceritanya, mulai dari awal yang baru hingga akhir suatu hubungan. Haha, tapi fokus ke KKN saja ya. Saya memang berniat untuk melakukan KKN antar semester yang biasanya dilakukan saat libur peralihan semester 6 ke 7 karena kalau ambil KKN dalam semester itu akan bertabrakan dengan jadwal perkuliahan saya. Dari awal tahun itu, sudah banyak tim pengusul yang mengajukan tempat ke LPPM dan banyak pula yang sudah membuka open dan close recruitment untu...

Memaafkan

Oke sebelumnya saya tumben sekali pakai gaya tulisan seperti ini di blog saya, biasanya saya menuangkan fikiran dengan menjadikan hal itu sebagai fiksi. Haha, mungkin memang akan tiba saatnya saja ya. Kali ini saya akan menuangkan fikiran saya tentang maaf dan memaafkan. Oh ya! Saat ini lagi idul fitri 1439 H, entah siapapun yang membaca ini dan pernah saya sakiti, pernah kesal dengan saya, dengan kerendahan hati saya mohon saya dimaafkan ya, nuhun sanget. Memaaafkan memiliki kata dasar “maaf”, yang menurut KBBI maaf (n) berarti pembebasan seseorang dari hukuman (tuntutan, denda, dan sebagainya) karena suatu kesalahan, dan memaafkan (v) artinya memberi ampun atas kesalahan dan sebagainya, tidak menganggap salah dan sebagainya lagi. Oke, mungkin saya akan memberikan batasan dulu saya mau bahas maaf dan memaafkan sampai mana. Yang pasti, belum sampai tingkat seorang hamba meminta maaf kepada Tuhannya dan Tuhan memaafkan hamba-Nya. Belum. Ibaratnya sekarang ini ya bahas tentang h...

Kamu akan mengerti

Hingga nanti saatnya tiba, kamu akan mengerti. Dulu mah mikirnya hidup itu serba gampang, tinggal ngejalanin aja, uang langsung datang, udah. Hidup lancar. Tapi semakin lama ternyata hidup semakin keras. Tapi aku bersyukur, masih terlahir dalam keadaan normal yang tidak membutuhkan selang untuk bernafas, yang masih dapat menggunakan kaki sendiri untuk berlari, yang masih bisa makan dengan tangan, yang masih bisa mendengar perkataan baik kasar maupun halus, yang masih bisa melihat bahwa pelangi memiliki banyak warna. Aku masih bersyukur hidup di negara yang damai tanpa perang, hidup ditengah keluarga yang masih ada dan masih saling menjaga, dikelilingi teman yang menghibur dikala sedih, masih bisa tidur dikamar yang nyaman, masih bisa berhubungan via telepon dengan orang tua jika rindu. Dan kadang aku lupa untuk bersyukur. Kadang hariku masih serat akan keluhan-keluhan yang kini aku sesali, kan, bahkan aku menyesal. Aku, masih saja angkuh, masih saja terkadang tidak melak...

Bukan Maksudku

Bercandaku keterlaluan, ya? Buktinya aku kehilanganmu. Belum bisa dikatakan lama dan tidak dapat pula dikatakan sebentar. Apanya ? Masa kenalku denganmu. Seseorang yang awalnya kutatap sinis, yang awalnya ingin ku jauhi, yang awalnya tak ku pedulikan. Memang aneh ya, bisa-bisa nya ada rasa yang beda 180 derajat dari awal aku kenal kamu. Ah, memang Tuhan itu Maha Membolakbalikkan hati. Setelah pernah mata kita saling menatap dan saling menjauh secara bersamaan. Tapi sebenarnya bukan itu sih titik balik perasaan ini. Entah dimana titik itu kurasakan. Aku tu orangnya aneh, egois, blak-blakan, becandanya ga bisa dikontrol. Lha kamu ? sebenernya sama sih, tapi lebih egois aku sepertinya. Aku, yang sebagai seorang wanita menganggap bahwa lelaki itu sudah seharusnya kuat, sudah seharusnya tahan banting, sudah seharusnya menjadi tempat bermanja-manja, sudah seharusnya mengerti perempuan, sudah seharusnya menjadi tempat mengadu bagi perempuan. Ah, aku terlalu perempuan. Ta...

Pengorbanan dan Mengikhlaskan

Nama kamu selalu ada didalam setiap doaku. Aku, tidak berharap namaku ada dalam doamu saat ini. Namun aku mensemogakan suatu saat kita ada dalam satu doa yang sama. “Kamu tolong dong ngertiin aku, kamu tuh lebih mentingin kerjaan kamu di banding aku, selalu seperti itu, mas” “Sabar sayang, sebentar lagi juga selesai pekerjaannya” “Satu minggu lalu kamu juga bilang kayak gitu mas, tapi apa ? sampai sekarang kamu gaada waktu buat aku, bahkan untuk ngabarin aku pun kamu ndak bisa” “ya nanti mas ....” Tut tut tut tut tut Sinta, nama itu yang lima tahun belakangan ini mengisi hari-hariku, entah itu marah, perhatian, kesal, rindu, dan apapun dapat terjadi antara kami. Hari ini terulang lagi, dia marah denganku yang lebih mengutamakan pekerjaanku dibandingkan dia. Mau bagaimana lagi, kerjaan ini akan semakin menumpuk jika tidak diselesaikan. Tapi, yang membuat aku sedih adalah, saat dia menelpon tadi, aku mendengar suaranya bergetar, seperti menahan tangisan. Aku benci meli...

Aku, Kamu, dan Keegoisanku

Aku memiliki kecenderungan untuk diam, bahkan saat sangat mengenal seseorang. Kecenderungan itu lebih kurasakan karena merasa nyaman dengan orang tersebut. Tapi tiba-tiba saja orang tersebut hilang. Apakah salahku karena diam? atau bagaimana? apakah salah diam karena nyaman? apakah selalu harus dinyatakan? tapi sebenarnya aku sendiri tak ingin orang tersebut menjauh dan menghilang. Semacam aku butuh orang yang tidak menyerah akan ke-diam-an ku ini. Aku berharap kamu tidak akan menyerah. Pertama kita tidak saling kenal, walaupun kita tak saling mengabaikan satu sama lain, kita juga tak saling merasa membutuhkan satu sama lain. Pertama juga kita tak saling menyapa, tak saling senyum saat papas-an bertemu. Hanya berlalu begitu saja seakan tidak terjadi apa-apa. Tapi saat itu, ditahun terakhir kita satu sekolah, ada yang berbeda. Kita dipertemukan untuk saling meyapa, untuk mencari satu sama lain, ya meskipun hal tersebut karena keperluan akademik. Tapi entah mengapa aku bersyukur. Ba...